Ganjar Pranowo Kembangkan Wisata Desa

TRIBUNNEWS.COM — Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo mendorong pengembangan potensi ekonomi desa, termasuk sektor pariwisata melalui desa wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan perekonomian.

Sementara pasangan capres no urut 2 Prabowo Subianto/Gibran Rakabuming yang menargetkan rasio pajak dinaikkan jadi 23 persen dianggap membingungkan.

Oleh karena itu, capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo berpendapat bahwa kawasan wisata desa harus terus dikembangkan sebagai destinasi alternatif.

Baca juga: KPU Gelar Rapat Evaluasi Debat Capres, Bahas Komplain Soal Mic, Singkatan hingga Bahasa Asing

“Inilah yang menjadi potensi-potensi desa yang kelak kemudian bisa ditularkan. Potensi wisata yang ada di Indonesia, entah itu budaya, alam, artifisial, tapi di satu sisi tetap perlu ada event-event, itu perlu ditingkatkan,” kata Ganjar, usai menemui penggiat wisata dan Bumdesa di Omac Cokro Tulung, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (27/12/2023).

Ke depan yang perlu terus dikembangkan adalah interkoneksi. Masalah inilah yang kerap disampaikan para penggiat wisata, sehingga paket-paket wisata tidak dapat dipasarkan secara optimal kalau tidak ada interkoneksi.

Keluhan lain yang disampaikan kepada Ganjar, adalah kerjasama dengan para pelaku pariwisata. Menurut Ganjar, perlu ada database yang lebih banyak tentang potensi-potensi wisata yang ada, tak terkecuali wisata desa.

“Karena kalau itu terjadi, maka itu bisa menjadi pilihan-pilihan alternatif yang bisa disampaikan ke pasar,” tegasnya.

Ganjar menyampaikan, pengembangan kawasan wisata desa sudah dilakukannya saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Dulu Pemprov Jateng memberikan bantuan kepada desa-desa wisata, agar bisa berkembang. Bahkan diakui Ganjar, ada yang mendapat bantuan hingga Rp1 miliar saat itu.

“Tinggal bagaimana pengembangan manajemen atau pengelolaannya agar lebih baik,” paparnya.

Baca Juga  Saksi Ahli Sebut Kontrak Proyek BTS Kominfo Harusnya Batal Karena Semua Konsorsium Dapat Pekerjaan

Baca juga: Survei Indikator Setelah Debat Capres: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Buntuti Prabowo-Gibran

Sebab itu, Ganjar sepakat agar wisata desa terus digencarkan, sehingga ekonomi tumbuh cepat. Wisata desa tidak boleh dilihat sebelah mata, sebab menurut dia, penikmatnya bukan lagi sebatas wisatawan domestik, tapi sudah mancanegara.

“Yang di Jawa saja saya lihat pengujungnya sudah ada dari luar Jawa,” katanya. 

Membingungkan

Pernyataan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang menargetkan menaikkan tax ratio (rasio pajak) menjadi 23 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) jika terpilih sebagai Wakil Presiden periode 2024-2029, dinilai membingungkan dan tanpa dasar.

Penilaian itu disampaikan ekonom Piter Abdullah menanggapi pernyataan Gibran dalam Debat Perdana Cawapres di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), pada 22 Desember lalu. Turut dalam debat itu, Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar dan Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD.

Piter yang juga menjabat Direktur Eksekutif Segara Research Institute mengatakan, Gibran seharusnya menjabarkan secara rinci dalam waktu singkat langkah-langkah konkret apa yang akan ditempuh untuk menaikkan rasio pajak hingga 23%. Sebab, untuk menaikkan rasio pajak ke posisi 15% saja, dalam waktu lima tahun akan mendapat banyak tantangan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *