Harga Minyak Mentah Melonjak Hampir 6 Persen Imbas Konflik Hamas-Israel

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami kenaikan lebih dari 5 persen pada Jumat (13/10/2023) karena investor masih khawatir dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Minyak mentah berjangka Brent naik 5,7 persen menjadi 90,89 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 5,8 persen menjadi 87,7 dolar AS per barel.

Konflik Israel-Hamas telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pertempuran tersebut dapat memengaruhi produksi energi regional, di mana Timur Tengah menyumbang lebih dari sepertiga perdagangan minyak global melalui laut.

Badan Energi Internasional (IEA) menggambarkan kondisi pasar saat ini “penuh dengan ketidakpastian”. Namun pihaknya mengatakan perang Israel-Hamas belum berdampak signifikan terhadap pasokan fisik.

IEA berusaha meredakan kekhawatiran pasar dengan mengatakan pihaknya siap bertindak untuk memastikan pasokan minyak dalam kondisi stabil.

Sanksi Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) dikabarkan kembali memperketat sanksi terhadap ekspor minyak mentah Rusia dan membatasi dua perusahaan pelayaran yang dianggap melanggar batasan harga minyak negara-negara kelompok tujuh atau G7.

“Menegakkan sanksi kami adalah inti dari upaya kami membatasi keuntungan Rusia dari perdagangan minyaknya. Batasan harga dirancang untuk menjaga pasokan minyak Rusia sambil mengenakan biaya baru pada Rusia, bukan untuk mengurangi pasokan minyak,” kata juru bicara Departemen Keuangan AS.

Baca juga: Menteri ESDM Was-was Harga Minyak Mentah Meroet karena Konflik Israel-Palestina

Selain AS, Australia dan Uni Eropa juga menerapkan batasan harga minyak Rusia sebesar 60 dolar AS per barel. Hal ini terjadi bersamaan dengan langkah Uni Eropa dan Inggris yang memberlakukan larangan impor minyak mentah Rusia melalui laut.

Baca Juga  Jalur Kereta di Stasiun Karanggandul-Karangsari Sudah Bisa Dilalui, Kecepatan Dibatasi 10 Km/Jam

Baca juga: Harga Minyak Bisa Tak Terkendali Jika Iran Ikut Perang di Israel

Secara keseluruhan, langkah-langkah tersebut dianggap mencerminkan tindakan paling signifikan dalam membatasi pendapatan ekspor bahan bakar fosil yang digunakan Rusia untuk mendanai perang di Ukraina.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *