HM Suaib Tahir: Kita Perlu Melakukan Deteksi Dini Demi Menjaga Sesama Anak Bangsa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan pada rakyatnya dalam menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya.

Sikap negara ini tentu menjadi tolok ukur bagi siapapun yang berada dibawah naungan NKRI untuk memiliki posisi yang sama dalam melindungi keberagaman.

Keberlangsungan perayaan skala nasional seperti Natal dan Tahun Baru sebenarnya menjadi ajang pembuktian masyarakat Indonesia dalam menjaga sesama anak bangsa.

Wakil Sekjen PB-DDI (Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad) Dr. H. M. Suaib Tahir, Lc., MA menjelaskan bahwa momentum perayaan nasional atau keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru sayangnya seringkali dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi intoleransi, bahkan mengarah pada aksi radikal terorisme.

Kelompok radikal menganggap bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bertentangan dengan ajaran agama sehingga mereka merasa perlu untuk melakukan aksi teror demi menghentikannya.

“Kelompok yang terafiliasi dalam jaringan teror menganggap bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah momentum yang paling baik untuk melakukan aksi. Nataru dianggap sebagai waktu yang banyak orang sedang euforia, dan intensitas penyelenggaraan kegiatan itu cukup tinggi,” ungkap Dr Suaib Tahir.

Beberapa lokasi seperti rumah ibadah dan pusat perbelanjaan yang menjadi titik keramaian dikatakannya seakan seperti sasaran empuk bagi kelompok teror untuk melancarkan aksinya.

“Maka dari itu kita perlu melakukan deteksi dini demi menjaga sesama anak bangsa,” jelasnya.

Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kata Suaib, sudah sewajarnya rakyat Indonesia untuk saling melindungi sesamanya. Karena musibah yang menimpa suatu kelompok masyarakat, walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, sesungguhnya harus menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat lainnya.

Musibah itu sejatinya adalah common sense, semua orang bisa merasakan kesedihan dan kepedihannya terlepas siapapun yang menghadapinya, karena itu sifat yang manusiawi.

Baca Juga  10 Pemain Liverpool Bungkam Bournemouth

Jika ada kemalangan yang menimpa sesama anak bangsa yang sedang menyelenggarakan Natal dan Tahun Baru, tentu masyarakat Indonesia secara keseluruhan patut prihatin atas musibah yang ada.

Jangan sampai hanya karena perbedaan agama atau keyakinan, suatu kelompok masyarakat memilih untuk tidak peduli terhadap kelompok lainnya, apalagi hingga mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan dan dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama.

“Segala musibah yang menimpa saudara kita, walaupun berbeda keyakinan, sebenarnya juga merupakan kesedihan bagi kita sendiri. Kita harus bisa melihat suatu tragedi dari perspektif kemanusiaan, karena itu kita semua harus saling waspada dan menjaga sesamanya,” paparnya.

“Jika ada fenomena-fenomena yang mengindikasikan adanya persiapan atau aksi yang mengarah pada tindakan teror di sekitar kita, tentu kita harus laporkan kepada penegak hukum. Antisipasi dini juga bisa dilakukan dengan menghubungi Ketua RT atau tokoh masyarakat setempat,” kata Alumni Al Azhar ini lagi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *