Klarifikasi Israel Soal Beredarnya Foto dan Video Pria Palestina Ditahan Hanya Pakai Celana Dalam

TRIBUNNEWS.COM – Foto-foto puluhan pria Palestina yang ditahan di Gaza dalam kondisi telanjang dan hanya mengenakan celana dalam viral di media sosial.

Beredarnya foto-foto tersebut memunculkan beragam reaksi. Ada yang marah karena apa yang terlihat pada foto dinilai tak berperikemanusiaan.

Ada pula yang menduga foto yang beredar adalah rekayasa untuk kepentingan propaganda. 

Berkait hal itu Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi angkat bicara.

Kepada lembaga penyiaran publik Kan seperti dikutip Kompas.com, ia mengatakan bahwa penyebaran foto-foto tersebut tidak memberikan manfaat apapun.

Disebutkannya bahwa para tahanan harus digeledah untuk memastikan mereka tidak membawa senjata atau bahan peledak.

Dia mengatakan tidak akan ada lagi penyebaran gambar-gambar seperti itu, setelah mengutip seorang pejabat senior Israel yang mengakui foto-foto tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan.

Sebelumnya, Israel mengklaim orang-orang yang ditahan dengan hanya mengenakan celana dalam adalah pejuang Hamas yang menyerah.

Israel lalu merilis rekaman yang menunjukkan satu pria yang hampir telanjang berjalan ke arah tentara dengan senapan Kalashnikov (senapan serbu AK) di atas kepalanya.

Dia kemudian meletakkan senapannya di trotoar sebelum kembali ke sekelompok besar orang yang ditangkap.

Dalam video tersebut, pria tersebut memegang senapan di tangan kirinya di atas kepala.

Baca juga: Propaganda Israel Agar Hamas Menyerah, Netanyahu: Jangan Mati Demi Sinwar!

Namun muncul video lain yang memperlihatkan adegan yang sama, tetapi kali ini, pria tersebut memegang senapan di tangan kanannya, menunjukkan kalau adegan itu direkam berkali-kali.

“Hal ini menunjukkan kalau pasukan Israel melakukan (adegan) penyerahan diri palsu (anggota) Hamas dengan memanfaatkan warga sipil Palestina yang ditangkap,” tulis laporan TC.

Rekayasa

Baca Juga  Kemenkop Antusias Libatkan Pihak Swasta Dorong Digitalisasi UMKM



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *