Kronologi Kecelakaan hingga Kasus Lansia 70 Tahun di Solo Tewas Ditabrak Mobil Dinas Berakhir Damai

TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Kasus Ngatiyem lansia 70 tahun di Solo yang tewas ditabrak mobil dinas berakhir damai.

Pihak Yonif 413 Bremoro telah mendatangi rumah duka dan menemui keluarga Ngatiyem (70), korban kecelakaan di ruas jalan Brigjend Slamet Sudiarto

Kedua pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan masalah tersebut dengan kekeluargaan.

Dari pantauan TribunSolo.com di lokasi, kedua pihak juga sempat membuat surat perjanjian di Rumah korban yang berada di Kampung Kusumodilagan RT 01 RW 12, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon Minggu (21/1/2024) sore usai pemakaman korban rampung.

Dari pihak Yonif 413 Bremoro, dua orang anggotaĀ TNIĀ yang berada didalam kendaraan dinas yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (20/1) malam.

Sedangkan dari keluarga diwakilkan kepada anak semata wayang korban, Adik Sigit Permana dan juga sang sepupu.

Setidaknya ada beberapa perjanjian yang tertuang antara keduanya yakni pihak Yonif 413 Bremoro siap membantu pengurusan jasa raharja kepada korban serta pegurusan sepeda motor milik korban hingga mengganti biaya pemakaman.

Selain itu, pihak Yonif 413 Bremoro juga siap memfasilitasi pemulihan Endang Lestari, Adik Ngatiyem di fasilitas kesehatan (Faskes) Klinik Pratama 413/Bremoro, baik menggunakan BPJS maupun non-BPJS.

Kemudian membantu dan memfasilitasi tahlilan terhadap Ngatiyem selama 7 hari berturut-turut, poin terakhir dari perjanjian tersebut dua orang yang berada dikendaraan tersebut siap menerima sanksi internal yang diberikan oleh satuan dalam TNI.

Baca juga: Cerita Siswa SMAN 1 Sidoarjo seusai Bus Study Tour Alami Kecelakaan di Tol Ngawi, 2 Orang Meninggal

Ditemui usai menandatangani perjanjian, Sigit mengatakan bahwa dirinya telah mengikhlaskan kepergian ibundanya.

“Kemudian dari pihak Yonif siap memberikan informasi terkait perkembangan proses sanksi yang akan diberikan. Ini yang membuat kami berterima kasih, karena dari pihak Yonif mau bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa keluaga kami,” urai Sigit.

Baca Juga  Polisi Terduga Pelaku Pencabulan Tahanan Wanita di Polda Sulsel Miliki Riwayat Pelanggaran Disiplin

Sigit sendiri mengatakan selama ini memang sang ibu tinggal bersama dengan Endang dan anaknya. Sebab Sigit merantau ke Palangkaraya sebagai seorang jurnalis.

“Biasanya ibu kalau kemana-mana naik sepeda, kalau mau pergi jauh baru diantar tante,” jelasnya.

“Nah pas kejadian kemarin itu, ibu sama tante saya mau berangkat ke resepsi pernikahann, baru perjalanan kecelakaan itu. Kami menghargai itikad dari pihak Yonif. Semoga ke depan tidak ada kejadian serupa,” pungkasnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *