Mesir Beri Sinyal ke Hamas Cs, Gabung Perang Kalau Israel Rebut Kendali Koridor Philadelphia

Mesir Beri Sinyal ke Hamas Cs, Gabung Perang Kalau Israel Rebut Kendali Koridor Philadelphia

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Mesir dilaporkan memberi kabar ke faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan gerakan lainnya, tentang keputusan tegasnya untuk tidak mengizinkan Israel menyerang zona perbatasan Palestina-Mesir di Rafah.

Merujuk sumber informasi Palestina pada Minggu (28/1/2024), dilaporkan kalau Mesir menekankan , “Setiap serangan terhadap perbatasan Mesir-Palestina adalah serangan terhadap keamanan nasional Mesir.”

Artinya, Mesir menganggap Israel menabuh genderang perang atas pelanggaran terhadap keamanan nasional mereka.

Baca juga: Mitos Saktinya IDF Runtuh, Hamas: Mesir Bakal Melawan, Tak Ada Happy Ending Buat Israel di Gaza

https://www.youtube.com/watch?v=FxPk6Ox3BVg

“Faksi perlawanan Palestina memuji keputusan Mesir dan menganggapnya sebagai upaya menjaga perbatasan dan kedaulatan, dan menyatakan bahwa Mesir tegas terhadap proyek pengungsian,” tulis laporan Al-Mayadeen.

Faksi-faksi Palestina dikabarkan memandang posisi Mesir sebagai salah satu yang “paling penting” untuk mencegah agresi Israel di wilayah perbatasan.

Beberapa hari lalu, Kepala Dinas Informasi Negara (SIS) Mesir, Diaa Rashwan, mengatakan upaya Israel menguasai “Koridor Philadelphia” di Jalur Gaza sepanjang perbatasan dengan Mesir diperkirakan akan mengancam hubungan Mesir-Israel.

Adapun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ngotot agar Israel menguasai wilayah ini karena dianggap sebagai jalur transfer yang mendukung mobilitas Hamas.

“Periode baru-baru ini telah menyaksikan banyak pernyataan dari para pejabat Israel, khususnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang membuat klaim dan tuduhan palsu mengenai dugaan penyelundupan senjata, bahan peledak, amunisi dan barang-barang lainnya ke Jalur Gaza dari wilayah Mesir,” kata Rashwan di situs web SIS.

“Kegigihan Israel dalam mempromosikan kebohongan ini adalah upaya untuk membenarkan niatnya untuk menguasai Koridor Philadelphia (alias Poros Salah Al-Din) di Jalur Gaza di sepanjang perbatasan dengan Mesir. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian dan protokol keamanan yang sebelumnya ditandatangani antara Netanyahu dan Mesir,” tambahnya.

Baca Juga  Dokter Spesialis Sarankan Orang Sakit Jantung Jangan Langsung Minum Air Dingin Saat Berbuka Puasa

Baca juga: Mesir Tanpa Basa-basi Akan Menyerang Jika Israel Kuasai Poros Philadelphia: Netanyahu Frustasi

Tentara Mesir berpatroli di perbatasan Rafah-Gaza saat kunjungan duta besar Dewan Keamanan PBB, 11 Desember 2023. (Giuseppe CACACE / AFP)

Mesir Tolak Permintaan Israel

Reuters awal bulan ini mengutip tiga sumber keamanan Mesir yang mengatakan, “Mesir menolak proposal Israel untuk meningkatkan pengawasan Israel terhadap zona penyangga di perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza.”

Sumber tersebut menambahkan, mereka “memberikan prioritas pada upaya untuk menengahi gencatan senjata sebelum melakukan pengaturan pascaperang.”

Koridor Philadelphia membentang sejajar dengan perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza, membentang sepanjang 14 kilometer dari Laut Mediterania di barat hingga penyeberangan Karam Abu Salem di timur. Penyeberangan darat Rafah didirikan di sana dan merupakan jalan keluar utama warga Gaza ke dunia luar.

Perjanjian Philadelphia ditandatangani antara Mesir dan Israel pada tahun 2005, sebagai lampiran dari Perjanjian Camp David, selama penarikan Israel dari Gaza.

Koridor sisi Palestina diserahkan kepada Otoritas Palestina.

Sejak itu, Mesir telah mengoperasikan kekuatan militer terbatasnya di Koridor, dengan tujuan resminya adalah untuk “mencegah infiltrasi dan penyelundupan.”

Sejak tahun 2014, Mesir telah melakukan banyak penggalian dalam rangka membatasi “terowongan Philadelphia” yang diduga sebagai jalur penyelundupan.

(oln/Memo/almydn/*)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *