PBTI Masih Terus Cari Penerus Juana Wangsa Putri di Cabor Taekwondo di Olimpiade

PBTI Masih Terus Cari Penerus Juana Wangsa Putri di Cabor Taekwondo di Olimpiade

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) masih terus mencari atlet-atlet nasional yang siap berlaga di Olimpiade.

Seperti diketahui, taekwondo Indonesia telah lama absen di pesta olahraga dunia itu. Terakhir kali merah-putih mengirimkan atlet di cabang olahraga taekwondo adalah pada Olimpiade Athena, 2004.

Adalah Juana Wangsa Putri, yang menjadi taekwondoin terakhir yang mewakili Indonesia di Olimpiade.

Juana Wangsa Putri tampil dalam dua edisi olimpiade. Yaitu Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Athena 2004.

Taekwondo pun telah ditetapkan menjadi cabang olahraga prioritas yang tergabung dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Ya ini memang atlet-atlet yang SEA Games, Asian Games, dan kami harus berjuang keras. Cuma memang ada peluang, kami dikasih kesempatan oleh Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) untuk mengikuti Kualifikasi Olimpiade, berdasarkan kebijakan DBON,” kata Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, di GOR POPKI, Jakarta Timur, Senin (30/10/2023).

“Kami manfaatkan kesempatan ini. Tapi jauh semua ini, kami akan siapkan atlet-atlet berikutnya mulai dari talent scouting, pembibitan, pelatihan, sampai TC sepanjang tahun nanti akan menjadi sasaran kami kedepannya,” sambungnya.

Demi menuaikan target mengirimkan atlet di Olimpiade, Induk cabang olahraga taekwondo di Indonesia itu pun telah membuat tim pemandu bakat untuk mempersiapkan atlet nasional.

Menjelang Olimpiade Paris 2024, PBTI akan mengirimkan tiga atlet di Pra Olimpiade, yang akan berlangsung di China, Maret mendatang.

Pada ajang itu, dua atlet Pelatnas Taekwondo , telah dipastikan tampil. Mereka adalah Megawati Tamestri Maheswari dan Ni Kadek Heni Prikasih.

Baca Juga  Mirisnya Hidup Yugyeom GOT7 Selama Pandemi Covid-19

Megawati Tamestri Maheswari adalah peraih emas SEA Games Kamboja 2023. Sedangkan, Ni Kadek Heni Prikasih adalah peraih medali perak.

Satu atlet lagi yang akan dikirim ke Negeri Tirai Bambu nantinya akan dipilih dari ajang Babak Kualifikasi PON XXI Aceh-Sumatra Utara, yang baru berlangsung 27-30 Oktober 2023.

“Nanti ada bagian talent scouting yang sudah memilih dan tentunya mereka telah melakukan rapat, memutuskan dari berbagai aspek, mulai dari prestasi, teknik, kebugaran, ranking dunia, termasuk kesiapan apabila kami siapkan untuk Pra Olimpiade, Maret di China,” ujar Richard.

Bicara soal target, Richard Tampubolon berharap ketiga atlet tersebut bisa menembus babak kualifikasi dan berlaga di pesta olahraga dunia itu.

“Target di China tentunya kami lolos ke kualifikasi Olimpiade, mohon doa restunya, dengan segala potensi yang ada kami berjuang,” ujar pria yang juga menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *